• SPNF SKB KOTA BIMA
  • Bersama Wujudkan Merdeka Belajar. SKB Bisa !
  • Pemberdayaan Kearifan Lokal di Ntobo: SKB Kota Bima Latih Remaja dan Perempuan Jadikan Kain Tenun Produk Kerajinan Tangan

     

    Pemerintah Kota Bima melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) terus berkomitmen dalam melestarikan budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya nyata diwujudkan melalui Program Pemberdayaan Remaja dan Perempuan, yang difokuskan pada pengembangan keterampilan pembuatan kerajinan tangan (hand craft) berbasis kain tenun lokal di Kelurahan Ntobo. Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali minat generasi muda dan perempuan terhadap kain tenun khas Bima, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi mereka.

    Kelurahan Ntobo yang dikenal sebagai salah satu sentra tenun di Kota Bima, menyimpan potensi kearifan lokal yang luar biasa. Tenun Bima tidak hanya indah secara visual dengan ragam hias dan warna yang khas, namun juga sarat akan makna filosofis dan budaya. Melalui proses pembelajaran dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan wawasan baru mengenai pemanfaatan bahan tradisional secara optimal. Mereka diajarkan teknik dasar pengolahan kain tenun menjadi berbagai produk kerajinan tangan menarik, mulai dari aksesoris seperti gelang, kalung, dan gantungan kunci, hingga produk siap pakai seperti tas, dompet, serta sarung bantal.

    Selama proses pembelajaran dan pelatihan berlangsung, para peserta dengan penuh antusias mengikuti setiap tahapan materi dan bimbingan dari instruktur terampil. Suasana pembelajaran dirancang secara interaktif dan komunikatif, dimulai dari pengenalan jenis kain tenun serta karakteristiknya, dilanjutkan dengan praktik langsung teknik pemotongan, penjahitan, hingga penyelesaian produk (finishing). Para instruktur tidak hanya mentransfer ilmu teknik, namun juga menularkan semangat kreativitas dalam mengembangkan desain produk agar sesuai dengan tren pasar saat ini, tanpa menghilangkan identitas kearifan lokalnya.

    Dok.SKB Kota Bima

    Pelatihan berbasis pembelajaran terapan ini tidak hanya berhenti pada peningkatan keterampilan teknis semata. Para peserta juga dibekali pemahaman mendalam tentang manajemen usaha, cara menghitung harga pokok produksi, hingga strategi pemasaran produk kerajinan secara modern. Diharapkan, pengalaman belajar ini mampu memotivasi peserta untuk merintis usaha kerajinan tangan secara mandiri atau berkelompok, serta memasarkan produknya baik secara konvensional maupun melalui platform digital. Dengan demikian, upaya pembelajaran ini tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan pendapatan keluarga di Kelurahan Ntobo.

    Dok.SKB Kota Bima

    Keberhasilan program pemberdayaan dan pembelajaran keterampilan ini tidak terlepas dari kolaborasi yang solid antara SKB Kota Bima, Pemerintah Kelurahan Ntobo, serta partisipasi aktif masyarakat lokal. Program ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi dalam pembelajaran nonformal dapat menghasilkan dampak positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pendidikan luar sekolah dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Mari kita terus dukung upaya-upaya pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat, demi mewujudkan Kota Bima yang lebih mandiri dan sejahtera.

    “Setiap helai benang yang ditenun dengan keterampilan dan ketulusan bukan sekadar warisan tradisi, melainkan fondasi kokoh menuju masa depan perempuan dan remaja yang mandiri, kreatif, serta berdaya.”

    Red*)PGS

    Komentar

    Kapan bisa ikut yaa

    Bagus artikelnya

    Komentari Tulisan Ini
    Tulisan Lainnya
    Kabid PNFI Dikbud Kota Bima Mengapresiasi Kegiatan Kursus Tata Rias SKB Kota Bima

    Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima Zainuddin, S.Pd. didampingi Kepala SKB Kota Bima Intansari, M.Pd. membagikan secara lan

    01/11/2022 11:14 - Oleh Tim Kursus Tata Rias - Dilihat 0 kali